SISI LAIN
Aku bagai dihantui oleh sisi lain dalam diriku. Sisi lain yang tak ku mengetahui arah pemikirannya. Dia bagaikan bayang-bayang gelap yang menahantuiku dan dia berusaha merubah hidupku. Aku menjadi sosok penakut di sudut duniaku, aku bagai pohon lunglai yang seolah mengerti kapan daun-daun di batangku akan meleyang. Kegelisahan selalu menyelimutiku saat mimpi-mimpi melai mengembang di pertengahan malam. Kegelisahan seolah memelukku saat pemikiranku dikendalikan oleh sisi lain dalam diriku.
Akankah aku dapat terlepas dari jerat ini ? Akankah aku dapat menyebut Asma-Mu dengan segenap ketaqwaan yang terkunci di palung hati ?
Tubuhku lemas. Akan tetepi, sebuah keyakinan yang entah darimana seolah memenggilku. Dia menuntunku menjauh dari lorong gelap sisi lain dalam diriku. Aku termangu, sanggupkah aku berlari ? Ya aku harus berlari.
Terkadang aku merasa heran akan pemikiran sisi lain dalam diriku. Aku benci dikala sahabatku menenyakan sisi lain dalam diriku yang kubenci. Mereka seolah takjub dan memuji sisi lain dalam diriku yang kuhindari. Mereka melihatku bagai sosok yang lain, seolah sisi lain dalam diriku begitu berharga.
“Kamu adalah orang yang terpilih, kau bisa melihat dan mengetahui banyak hal yang belum dan mungkin tidak kami ketahui. Terkadang aku ingin sepertimu, namun kenapa kamu ingin menghilangkannya ?.”
Aku bigung apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus bersyukur atas sisi yang yang ada dalam diriku ? Ataukah aku harus meninggalkannya jauh-jauh, menguburnya dalam-dalam agar aku bisa terus dekat dengan-Mu Ya Robb ?
“Apakah aku mampu menyebut Asma-Mu dengan penuh ketakwaan ? Akankah sisi lain dalam diriku dapat menghilang hingga aku terus dekat dengan-Mu ?”
Begitu sulit kini kubedakan kebaikan dan keburukan. Semua bagaikan bayangan cermin yang kemilau. Aku terteken. Aku tidak dapat membedakan.
Dikala ayat-ayat firman-Mu membelah siang dan malamku, aku merasakan sisi lain dalam diriku takut dan seolah berlari berusaha bersembunyi dalam diriku. Dia seolah membujukku menghentikan syair ayat-ayat Firman-Mu. Aku tak mau !!
“Aku tertekan dan menangis di sudut kamarku. Aku ingin sisi lain diriku menghilang dari kehidupanku. Ya Allah lindungi aku, berikan sayap-sayap kecil agar aku dapat terbang meninggalkan sisi lain dalam diriku, aku ingin mengusirnya.”
Hari-hariku begitu aneh dan aku tak mengerti dari mana asal mula itu terjadi. Aku tertunduk, berzikir dan bersujut kepada-Mu. Aku ingin sisi lain dalam diriku hilang. Semua berawal dari niatan hati dan aku yakin dapat menghilangkannya.
”Sisi lain dalam diriku akan sirna, bagaimanapun aku akan mengusirnya. Ku percaya Kau akan melindungiku Ya Robb. Sisi lainku akan pergi dan ayat-ayat Firman-Mu akan mengiasi duniaku.”
Akankah aku dapat terlepas dari jerat ini ? Akankah aku dapat menyebut Asma-Mu dengan segenap ketaqwaan yang terkunci di palung hati ?
Tubuhku lemas. Akan tetepi, sebuah keyakinan yang entah darimana seolah memenggilku. Dia menuntunku menjauh dari lorong gelap sisi lain dalam diriku. Aku termangu, sanggupkah aku berlari ? Ya aku harus berlari.
Terkadang aku merasa heran akan pemikiran sisi lain dalam diriku. Aku benci dikala sahabatku menenyakan sisi lain dalam diriku yang kubenci. Mereka seolah takjub dan memuji sisi lain dalam diriku yang kuhindari. Mereka melihatku bagai sosok yang lain, seolah sisi lain dalam diriku begitu berharga.
“Kamu adalah orang yang terpilih, kau bisa melihat dan mengetahui banyak hal yang belum dan mungkin tidak kami ketahui. Terkadang aku ingin sepertimu, namun kenapa kamu ingin menghilangkannya ?.”
Aku bigung apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus bersyukur atas sisi yang yang ada dalam diriku ? Ataukah aku harus meninggalkannya jauh-jauh, menguburnya dalam-dalam agar aku bisa terus dekat dengan-Mu Ya Robb ?
“Apakah aku mampu menyebut Asma-Mu dengan penuh ketakwaan ? Akankah sisi lain dalam diriku dapat menghilang hingga aku terus dekat dengan-Mu ?”
Begitu sulit kini kubedakan kebaikan dan keburukan. Semua bagaikan bayangan cermin yang kemilau. Aku terteken. Aku tidak dapat membedakan.
Dikala ayat-ayat firman-Mu membelah siang dan malamku, aku merasakan sisi lain dalam diriku takut dan seolah berlari berusaha bersembunyi dalam diriku. Dia seolah membujukku menghentikan syair ayat-ayat Firman-Mu. Aku tak mau !!
“Aku tertekan dan menangis di sudut kamarku. Aku ingin sisi lain diriku menghilang dari kehidupanku. Ya Allah lindungi aku, berikan sayap-sayap kecil agar aku dapat terbang meninggalkan sisi lain dalam diriku, aku ingin mengusirnya.”
Hari-hariku begitu aneh dan aku tak mengerti dari mana asal mula itu terjadi. Aku tertunduk, berzikir dan bersujut kepada-Mu. Aku ingin sisi lain dalam diriku hilang. Semua berawal dari niatan hati dan aku yakin dapat menghilangkannya.
”Sisi lain dalam diriku akan sirna, bagaimanapun aku akan mengusirnya. Ku percaya Kau akan melindungiku Ya Robb. Sisi lainku akan pergi dan ayat-ayat Firman-Mu akan mengiasi duniaku.”

Posting Komentar